Get Money

Sabtu, 05 November 2011

ZAKAT MEMBUAT ORANG MENJADI BERSIH



Firman Allah dalam surat Al-Baqarah ayat 103:
“Ambillah sedekah dari sebagian harta mereka. Dengan sedekah itu kamu mensucikan mereka... “

Dalam firman Allah surat Al-Ma’arij ayat 19 – 25:
“Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir. Apabila ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah. Tapi bila mendapat kebaikan ia amat kikir. Kecuali orang – orang yang melaksanakan shalat, yang tetap setia mengerjakan shalatnya. Dan orang – orang yang dalam hartanya tersedia bagian tertentu bagi orang miskin yang meminta dan bagi orang yang tidak mempunyai apa – apa”

Dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 277:
“Sesungguhnya orang – orang yang beriman, mengerjakan amal shaleh, mendirikan shalat, dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati”

Dalam firman Allah surat Ash-Shaff ayat 10 – 13:
“Hai orang – orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu usaha yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih, (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad dijalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahuinya. Allah akan mengampuni dosa – dosamu dan memasukkan kamu kedalam surga yang mengalir dibawahnya sungai – sungai, dan ke tempat tinggal yang terbaik di dalam surga ‘Adn. Itulah keberuntungan yang besar. Dan karunia lain yang kamu sukai (yaitu) pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat (waktunya). Dan sampaikanlah berita gembira ini kepada orang orang yang beriman”

Didalam ayat – ayat diatas, banyak janji Allah bagi orang – orang yang mau melaksanakan zakat dan berjuang dengan harta dan jiwanya. Janji Allah yaitu mereka akan dibersihkan (disucikan) dari berbagai sifat tercela, seperti berkeluh kesah dan kikir. Janji Allah bagi mereka yaitu di jauhkan dari dosa  dan mereka akan dimasukkan kedalam surga dan diberi tempat tinggal yang terbaik. (Ruhama, 1996)

Orang yang beriman ialah orang yang selalu beribadah kepada Allah, selalu ingat kepada Allah, melaksanakan zakat, mendirikan shalat dan ibadah – ibadah lain yang sifatnya wajib maupun sunnah. Orang yang beriman selalu memikirkan nasib orang miskin, memperhatikan anak yatim menyantuni anak yatim dan lain sebagainya. Sedangkan orang yang kikir ialah orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri dan tidak memperhatikan kebutuhan orang lain yang ada di sampinya.

Orang yang taat beribadah selalu mempunyai hati bersih, jauh dari sifat dengki, kikir, sombong atau ria, tamak dan lain sebagainya. Orang yang kikir mempunyai sifat yang buruk seperti ria atau sombong dan tidak peduli terhadap sesamanya. Bahkan sesama kerabatnyapun dilupakan demi harta yang ia miliki. Bagi orang yang kikir akan berfikir akan hartanya yang berkurang. Padahal, orang yang melaksanakan zakat hartanya tidak akan pernah habis. Bahkan Allah akan melipatgandakan harta yang telah dizakatkan oleh hambanya.
Allah memuji sifat dan perbuatan orang – orang yang dengan ikhlas membantu orang – orang miskin dan anak yatim.

Allah berfirman dalam surat Al-Insan ayat 8 – 12
“Dan mereka memberikan makanan yang di sukainya kepada orang miskin, anak yatim dan yang di tawan. Sesungguhnya (kata mereka) kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan ridha Allah, kami tidak menghendaki balasan dari kamu dan tidak pula ucapan terima kasih. Yang kami takutkan dari tuhan kami, ialah hari bermuram durja, hari malapetaka. Maka Allah menyelamatkan mereka dari keburukan bencana itu, dan mencurahkan kepada mereka cahaya dan kegembiraan. Dan Allah memberikan balasan kepada merek, karena kesabaran mereka (dengan) surga dan (pakaian) sutra”

Orang yang di puji dan dijanjikan akan dibalas Allah dengan surga adalah mereka yang menggunakan hartanya dengan cara yang diridhai Allah (zakat). Amal kebaikan yang diberikan kepada orang miskin hanyalah karena Allah dan bukan karena mengharapkan pujian dari orang lain. Allah memerintahkan kepada menusia untuk menafkahkan sebagian hartanya kepada orang yang membutuhkan dan memberikan sesuatu yang baik kepada mereka (orang miskin).

Sesuai dengan firman Allah surat Al-Baqarah ayat 261:
“perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (seperti kepentingan pendidikan, kesehatan), ialah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh tangkai, dan pada tiap tangkai terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah maha luas (karunia-Nya) lagi maha mengetahui”

Allah tidak hanya menyerukan kepada manusia untuk menafkahkan hartanya kepada orang miskin tetapi juga menyerukan kepada manusia untuk mengeluarkan hartanya untuk kepentingan pendidikan seperti perbaikan sekolah, pemberian beasiswa, dan lain – lain. Islam memberi perhatian yang besar kepada lembaga kemasyarakatan lainnya seperti rumah sakit, panti asuhan, masjid dan lain – lain.

Pada surat Al-Baqarah ayat 261, dapat kita renungkan untuk kemudian di amalkan. Dalam satu buah biji akan tumbuh  tujuh tangkai dan dalam satu tangkai terdapat 100 butir bibit. Jika seandainya 700 bibit itu di tanamkan lagi, mungkin berapa besar nikmat Allah yang diberikan kepada manusia (Ruhama, 1996).

Dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 267:
“Hai orang  - orang yang beriman nafkahkanlah sebagian yang baik – baik dari hasil usahamu dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk – buruk dari padanya untuk dinafkahkan. Padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya, kecuali dengan mata tertutup. Ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya lagi sangat terpuji”

Allah mengajarkan kepada orang beriman untuk sopan santun dalam melaksanakan  ibadah beramal. Harta yang akan di zakatkan kepada orang lain haruslah memilih yang paling baik jangan sampai zakat yang kita berikan kepada orang lain adalah yang paling buruk. Jika ada dua makanan antara yang baru dan makanan yang lama, maka ambillah makanan yang baru untuk diberikan. Jika itu berupa barang – barang,  maka berilah barang yang terbaik untuk diberikan kepada orang lain. Pada jaman sekarang, orang – orang lebih cenderung memberi sebagian harta mereka yang lebih buruk dari yang dia punya (Ruhama, 1996).

Dalam firman Allah surat Al-Baqarah ayat 177:
“Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke arah barat itu suatu kebaikan. Sesungguhnya kebaikan itu adalah beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat – malaikat, kitab – kitab dan nabi – nabi, dan memberikan harta yang di cintainya kepada karib kerabatnya, anak – anak yatim, orang – orang miskin, musafir (orang – orang yang sedang melakukan perjalanan), orang yang minta – minta, dan hamba sahaya, mendirikan shalat, dan menunuaikan zakat dan orang – orang yang menepati janji bila ia berjanji, dan orang – orang yang sabar dalam kesempitan, penderitaan dan dalam peperangan. Mereka itulah orang – orang yang benar dan mereka itulah orang – orang yang bertaqwa”

Berdasarkan ayat diatas dan ayat sebelumnya bahwa zakat merupakan ibadah yang dapat membersihkan kita dari sifat – sifat yang buruk.

2 komentar:

  1. Banyak sekali ya keutamaan zakat, mari kita membayar zakat harta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. zakat=mengurangi kemiskinan
      oleh karena itu, seorang muslim diwajibkan membayar zakat karena ada yang berhak atas harta kita

      Hapus